Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2012

Harapan untuk mobil buatan Indonesia

   Sering kita lihat di berita, jika mobil ESEMKA akan segera di patenkan dan mungkin mobil-mobil dinas di WAJIBkan menggunakan mobil ini ( AMIIIN ). kalau hal itu bukan hanya isu yang hanya hangat sementara dan tidak di telan oleh berita besar tentang bobroknya pemerintahan ini. gue jamin dah, pasti Esemka bakal bersaing dengan mobil-mobil buatan Jepang, Amerika yang berada di Indonesia bahkan mungkin Esemka dapat menjadi "Penguasa Mobil di Negeri sendiri".
 
   Tapi terkadang gue kepikiran, apa Esemka bakal nge-booming kaya gini untuk ke depannya? soalnya gue rada pesimis karena pemerintah hanya peduli jika lagi panas-panasnya di berita tetapi saat masyarakat sudah tidak terlalu memperhatikan, pasti Esemka bakal tak terurus lagi. mau taruhan sama gue gak? hahaha

   Ini penampakan tentang Esemka :

dan mungkin ini revolusi dari Esemka :D :





 Semoga Esemka bisa berevolusi cepat ya dengan mesin yang yahud :D
READ MORE - Harapan untuk mobil buatan Indonesia

Esemka Digdaya, buatan lokal kwalitas impor

Melihat sepintas tampilan mobil Kiat Esemka Digdaya ini hampir sama dengan buatan Jepang dan Eropa. Baik bodi, mesin hingga fitur-fitur yang ada di mobil Esemka ini.

Namun, komponen Kiat Esemka 80 persen buatan lokal serta beberapa bagian dari rangka pick up tersebut juga akan dilengkapi bahan alumunium. Tujuannya agar berat pick up ini nantinya akan jauh lebih ringan ini. Esemka Digdaya ini dihasilkan tangan-tangan trampil yang masih duduk dibangku SMK kelas 11 dan 12 yang didanai penuh Kementerian Pendidikan.




Niatan awal ingin menjajal Mobil Esemka Rajawali seperti yang digunakan Joko Widodo. Namun, hanya unit Digdaya yang tersedia dan siap diuji.

Kesan awal melihat kabin Digdaya ini, ternyata cukup luas terlebih di kursi belakang. Namun, terasa jarak antara kursi pengemudi dan batang kemudi terasa sempit. Namun, jarak pandang ke depan pengemudi cukup nyaman dengan meminimalisir blind spot.

Dengan bermodalkan mesin 1.500 cc DOHC dengan teknologi multi point injection. Mesin mampu menghasilkan tenaga sebesar 105 hp pada putaran 5.500 RPM dengan torsi maksimum hingga 145 Nm pada 4.100 RPM, dengan sistem penggerak roda belakang.

Hanya saja, tarikan pertama Mobil Esemka Digdaya terasa cukup berat di putaran mesin bawah. Namun, selanjutnya performa Digdaya mampu seimbang dan terasa stabil di putaran menengah dan atas.







Hasilnya, Digdaya ternyata cukup garang. Bahkan suara mesin mobil double cabin ini terdengar dari dalam ruang kemudi. Memasuki jalan yang padat, Digdaya juga terasa lincah bermanuver.

Ada yang membedakan dengan Digdaya dengan mobil buatan Jepang. Fitur berkendara seperti tuas lampu sein, lampu kota dan lampu jauh didesain seperti mobil Eropa, dimana letak tuas ada di sebelah kiri kemudi. Sedangkan di posisi kanan tuas dipergunakan untuk wifer deoan, air pembersih kaca depan dan kontrol spion elektrik.

Mobil Esemka Digdaya ini juga dilengkapi dengan AC doube blower yang dingin, serta head lamp kristal. Pelapis jok masih kain atau sama dengan bahan jok pada Toyita Innova. Panel instrument pada dashboard juga mudah dibaca. Sebauh hasil yang sangat memuaskan dari tangan-tangan kreatif siswa SMK ini.
READ MORE - Esemka Digdaya, buatan lokal kwalitas impor

Esemka, yang pertama beli adalah megawati

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri ternyata juga telah lebih dulu menjadi konsumen hasil karya siswa SMK 2 Surakarta. Berbeda dengan Wali Kota Solo Joko Widodo, mantan Presiden RI itu membeli motor angkut dan laptop. Menurut Sekretaris Jenderal PDIP, Tjahjo Kumolo, "Beberapa bulan yang lalu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo yang juga Ketua PDIP Solo sudah menyampaikan karya anak-anak Solo soal mobil, laptop, dan motor angkut kepada saya dan Megawati Soekarnoputri."

Sejumlah siswa SMKN 2 dan AMK warga Surakarta sedang merakit mobil Kiat Esemka di Kampus Solo Tecnopark 

    "Ibu Megawati langsung membeli beberapalaptop dan beberapa motor angkut untuk keperluan di Jakarta karena barang tersebut sudah tersedia," kata Tjahjo di Jakarta, Rabu 4 Januari 2012.  Terkait dengan mobil yang diproduksi siswa SMK 2 Surakarta itu tentunya PDIP mengapresiasinya atas karya anak Solo tersebut. "Dan sebagai kader partai dan kepala daerah sudah sepantasnyalah memberikan contoh dengan memakai mobil tersebut. Ini membanggakan apalagi karya anak-anak muda bangsa dari Solo," kata Ketua Fraksi PDIP itu.
    Lebih lanjut Fraksi PDIP akan memperjuangkan dan menyampaikan kepada Kementerian Perindustrian agar secepatnya mobil tersebut dapat lolos uji kelayakan di Komisi V. "Karena pembuatan memerlukan waktu dan terbatas, ya gantian yang pakai dulu sekarang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo. Saya kira nantinya akan banyak yang pesan karena kualitas baik dan harga terjangkau. Semakin banyak yang pesan akan memberikan semangat membuat lebih banyak," kata Tjahjo. Ia juga mengapresiasi Joko Widodo dan Rudiatmo yang sudah memberikan contoh menggunakan produk dalam negeri.
    "Jadi wajar kalau nantinya banyak kader PDIP yang ingin membelinya. Kan sudah diberi contoh kader partai yang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo," kata dia. Ia juga meminta pemerintah segera mengeluarkan instruksi agar pejabat negara menggunakan mobil buatan anak bangsa sendiri. "Dan alangkah bagusnya bila nantinya ada Instruksi Presiden agar seluruh pejabat negara menggunakan mobil nasional. Perlu keberpihakan politik semua pihak. Semakin banyak yang pesan, apalagi dengan uang muka, tentu SMK akan mampu memproduksinya berlipat," ujar Tjahjo.


Sumber : Tempo
READ MORE - Esemka, yang pertama beli adalah megawati

Mobil 100% Asli Buatan INDONESIA

Meskipun tidak seluruh komponennya asli Indonesia, tetap saja desain hingga perakitan, seluruhnya dikerjakan oleh tangan-tangan ahli bangsa Indonesia. Sepertinya, karena keadaan sarana transportasi di negara ini yang tidak begitu bagus, seperti kemacetan di kota besar, dan jalan jelek di daerah pedesaan, dibuatlah mobil yang sesuai untuk itu. Bisa dilihat dari bentuknya yang kecil, atau kemampuannya yang kuat di segala bidang.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar mobil ESEMKA yang di gadang-gadang bakal menjadi mobil lokal yang harus di patenkan. Sebenarnya, di karya ciptaan anak negeri tidak hanya mobil ESEMKA saja. Berikut saya rangkum ke 8 mobil hasil asli 100% ciptaan anak bangsa  :

Mobil Kancil



Kancil (singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didesain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT. KANCIL (singkatan dari Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari). Pernah diharapkan sebagai pengganti (peremajaan) bajaj dan bemo karena keduanya tidak diizinkan untuk bertambah jumlahnya atau diproduksi di wilayah Jakarta.

Mobil Esemka



Mobil yang satu ini hebatnya justru dibuat oleh para siswa SMK. Mobil Esemka memiliki 5 jenis varian yakni SUV, pick up double cabin, sedan, pick up single cabin, dan van. Gambar di atas merupakan Mobil Esemka SUV buatan siswa-siswa SMK 1 Singosari Malang yang dikerjakan tidak kurang dari 50 siswa SMK Singosari Malang dan menghabiskan biaya sebesar Rp. 175 Juta dalam pembangunan mobil ini. 5 jenis mobil Esemka yang lainnya dikerjakan oleh SMK-SMK lainnya. Untuk harganya, anda cukup mengeluarkan uang 80 Juta saja untuk mendapatkan mobil ini.

Mobil Komodo



Nama Komodo disematkan bukan karena bentuk mobilnya yang seperti Komodo, namun lebih pada fungsinya yang seperti Komodo, yakni selain kuat, Komodo bisa hidup di dua alam sekaligus. Seperti namanya, jangankan di lumpur, di air sekalipun Komodo sudah teruji kehandalannya. Mobil Komodo adalah garapan PT Fin Tetra Indonesia asal Cimahi, Jawa Barat. Komodo hanya mampu membawa 2 orang penumpang.

Mobil Tawon



Mobil imut ini buatan PT Super Gasindo Jaya. Mobil Tawon ini sudah mampu membawa 4 orang dan dibanderol dengan harga 48 Juta. Kapasitas mesinnya 650 cc dan mampu mencapai kecepatan hingga 85 km/jam! Diperkirakan mobil ini akan menggantikan bajaj2 di Jakarta dan juga akan diproduksi secara massal.

Mobil Arina



Mobil Arina ini kapasitas mesinnya hanya 150 cc, kecepatannya mampu mencapai 70 km/jam, namun konsumsi BBMnya cukup hemat, yaitu untuk 40 km hanya diperlukan 1 liter bensin.


Mobil Arina, merupakan singkatan dari Armada Indonesia, badan hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes). Mobil mikro Arina akan terus dikembangkan sehingga menjadi 100 persen buatan negeri. Jika sudah 100 persen lokal, harganya bakal berada di bawah Rp 30 juta.

Mobil GEA



GEA merupakan singkatan dari Gulirkan Energi Alternatif. Nama GEA diberikan karena mobil yang bentuk dan spesifikasi mesinnya sangat mirip Nano tersebut memakai bahan bakar gas yang dijamin bisa ramah lingkungan. Jika diberi izin pemerintah, PT Inka memprediksi bisa memberi harga GEA pada banderol Rp 45 juta – Rp 50 juta per unit. Mesin GEA ini berkapasitas 650 cc dan telah diuji telah menempuh 10 ribu km dengan kecepatan 85 km per jam.

Mobil Wakaba



WAKABA merupakan singkatan dari Wahana Karya Bangsa. Pembuatan mobil ini dilakukan di Universitas Pasundan dengan melibatkan tiga orang peneliti dan 12 mahasiswa universitas Pasundan. Dana pengembangannya selain dari Pemda Jawa Barat, juga dari kementrian ristek serta Unpas dan Working Group yang menghabiskan dana lebih dari Rp 200 juta. Mobil kecil itu bermesin bensin 500 cc. Mesin yang dipakai mesin buatan BPPT Kemetrian Riset dan Teknologi, dengan tingkat kecepatan yang low speed.

Mobil Marlip



Selain mobil-mobil berbahan bakar konvensional di atas, ternyata jauh-jauh hari anak-anak Indonesia sudah merancang mobil listrik. Adalah Mobil bertenaga listrik produksi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), disebut MARLIP (marmut listrik LIPI), yang merupakan salah satu wujud solusi ilmu pengetahuan dan teknologi atas krisis energi di negeri ini. Marlip di antaranya telah digunakan di rumah sakit, lokasi wisata, markas kepolisian, dan lapangan golf. Marlip juga digunakan saat peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika di Bandung. Namun, pemanfaatannya tetap belum signifikan. Spesifikasi teknis Marlip adalah berkecepatan 40 km/jam untuk jalan datar dan 20 km/jam untuk tanjakan, jarak tempuh 300 km, masa aktif delapan jam, waktu pengisian baterai tercepat 2,5 jam (rata-rata 4-5 jam), dan berat kosong 300 kilogram untuk jenis city car dan smart. Harga pesanan Rp 40 juta per unit.
READ MORE - Mobil 100% Asli Buatan INDONESIA

Jumat, 23 Desember 2011

fakta tentang kasus mesuji

Video kasus Mesuji yang ditunjukkan tim advokasi kasus Mesuji, Lampung menunjukkan ada beberapa korban yang tewas dengan kondisi mengenaskan, kepala terpenggal. Kasus yang terdapat pembantaian itu ternyata terjadi di Mesuji, Sumsel. Korban tewas dengan kepala terpenggal adalah 2 orang dari pihak PT Sumber Wangi Alam (SWA).

Menurut salah satu pejabat di Polres Ogan Komering Ilir (OKI) yang enggan disebutkan namanya, ketika ditemui detikcom, di Mapolres OKI, Jalan Letnan Muchtar Saleh Nomor 120, Kayuagung, Sumatera Selatan, Kamis (22/12/2011) membenarkan salah satu potongan video tersebut. Dua kepala terpenggal di atas truk itu merah dalam video itu adalah dari pihak PT SWA.

Pejabat Polres OKI itu mengatakan ada 2 lokasi bentrokan warga pada 21 April 2011 yang menewaskan 7 orang, 2 orang warga Desa Sungai Sodong dan 5 orang dari pihak PT SWA. Berikut pemaparan pejabat itu:

TKP 1

Petak 19 lahan perkebunan PT SWA, 5 Km dari Desa Sungai Sodong. Dua warga Desa Sungai Sodong, Indra Syafii dan Syaktu Macan, menghalang-halangi pihak perkebunan untuk panen sawit. Bentrokan pun terjadi.

Korban tewas:

1. Sabar bin Ruswat, anggota Satpam PT SWA, ditusuk di bagian perut
2. Indra Syafii, warga Desa Sungai Sodong-Kecamatan Mesuji, luka gorok
3. Syaktu bin Macan, warga Desa Sungai Sodong-Kecamatan Mesuji, luka bacok parah di seluruh tubuh, melarikan diri dan kemudian diketahui meninggal di Desa Sungai Sodong.

Detikcom kemudian mengkonfirmasi pengakuan warga Sungai Sodong, Riyadi, pada Rabu (21/12) kemarin bahwa Indra Syafii tewas dengan luka tembak di dada kanan, tengah dan kiri serta kepala kemudian luka gorok dengan leher hampir putus. Pejabat OKI itu membantah ada luka tembak pada Indra.

"Tidak ada luka tembak. Bila dikroscek ke laporan korban yang melaporkan, melalui istrinya, D, dalam BAP hanya luka sembelih. Di tubuh tidak ditemukan adanya luka-luka lain," jelas pejabat itu yang menegaskan penyebab kematian Indra adalah luka gorok di leher.

Pejabat Polres OKI itu menambahkan, pihak keluarga korban tewas dari Desa Sungai Sodong menolak untuk dilakukan autopsi.

TKP 2 

Pabrik PT SWA. Mengetahui 2 warganya, Indra dan Syaktu, tewas, maka sekitar 300-400 warga menyerbu pabrik PT SWA. Bentrokan kembali terjadi.

Korban tewas:

1. Hambali bin M Thohir, Asisten Mandor Pabrik Kepala Sawit (PKS) PT SWA, luka bacok dan patah tulang punggung
2. Ardhi bin Ratam, Asisten Kebun PT SWA, luka seluruh tubuh bacokan dan pukulan
3. Hermanto, Pekerja PT SWA, dipenggal (dalam video kasus Mesuji ditunjukkan oleh pengalan kepala di atap truk)
4. Saimun, Satpam PT SWA, dipenggal (dalam video kasus Mesuji ditunjukkan oleh pengalan kepala di atap truk)

Siapa Merekam?

Teka-teki siapa yang merekam video yang menunjukkan dua penggalan kepala di atas truk merah dalam kasus Mesuji itu masih menjadi teka-teki. Pejabat Polres OKI mengatakan tidak tahu siapa yang merekam dan bagaimana bisa sampai ke masyarakat. Berikut wawancara detikcom pada pejabat Polres OKI soal perekaman video:

Kenapa bisa sampai ada video beredar di masyarakat, apakah ada anggota polisi yang merekam?

Saya nggak tahu karena kita memang tidak mengontrol satu-satu.

Selain polisi apakah ada anggota lain?

Kalau nggak salah dari tentara ada ya.

Apakah kemungkinan tentara merekam?

Saya nggak bisa memastikan itu

Sebelumnya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji sudah bergerak ke lapangan. Fokus utama tim adalah menyelamatkan korban yang terluka. Namun tim sudah mengantongi dugaan penyebab bentrok di kebun sawit di Mesuji, Lampung dan Sumatera Selatan.

"Kami sedang mendalami semua data. Indikasi awal sudah ada, kami akan sampaikan setelah buktinya terkumpul kuat," kata Ketua Tim TGPF Mesuji, Denny Indrayana saat dihubungi detikcom, Kamis (22/12/2011).
READ MORE - fakta tentang kasus mesuji

Jumat, 16 September 2011

Siksaan Biadab terhadap Orang-orang Papua Itu, Bisa Jadi Memang Dilakukan Anggota TNI


Siksaan Biadab terhadap Orang-orang Papua Itu, Bisa Jadi Memang Dilakukan Anggota TNI
Tayangan video di You Tube dengan judul Indonesian Military Ill Threat and Torture Indigenous Papuans, memperlihatkan beberapa adegan penyiksaan yang di luar batas kemanusiaan oleh para pelaku yang diduga anggota TNI terhadap para korban yang diduga anggota OPM yang tertangkap di Papua.
Memang video tersebut telah dihapus oleh You Tube dengan alasan menampilkan adegan kekerasan yang melampui batas. Tetapi efek darinya telah telanjur merebak menghebohkan, yang semakin mengkumulatifkan entah sudah berapa banyak berita yang semakin merusak citra NKRI di mata dunia internasional.
Apakah adegan tersebut benar-benar asli, ataukah rekayasa. Itulah yang harus menjadi prioritas pemerintah dalam hal ini TNI untuk segera secepatnya melakukan penyelidikan. Apabila benar segera menemukan pelakunya dan dihukum seberat-beratnya. Untuk memperlihatkan bahwa itu bukan kebijakan dan strategi resmi yang diterapkan TNI terhadap para anggota OPM, atau sejenisnya.
Tidak ada gunanya membantah, sembari menuduhnya sebagai suatu rekayasa oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan Indonesia, menuduh keterlibatan agen-agen asing dan pihak-pihak yang ingin memecahbelahkan NKRI, dan tuduhan-tuduhan sejenisnya yang hanya merupakan sikap reaktif dan defensif.
Karena tanpa melakukan penyelidikan yang benar-benar serius diikuti dengan tindakan nyata sesuai dengan hukum yang berlaku, semua respon reaktif dan defensif tersebut malah semakin membuat orang percaya bahwa semuanya itu benar adanya. Reaktif dan defensif seperti itu justru akan semakin merusak nama NKRI.
Komentar-komentar yang menyatakan secara logika tidak masuk akal, ada anggota TNI sebodoh itu, melakukan penyiksaan yang sedemikian sadis, kemudian merekamnya sendiri, dan akhirnya tersebar luas. Sebagai indikasi kuat bahwa semua tayangan video tersebut adalah rekayasa dengan maksud buruk terhadap Indonesia.
Logika tersebut tidak bisa dipakai. Karena ada saja saja memang para pelaku yang bertindak “bodoh” seperti itu. Orang-orang jenis ini mungkin saja menderita semacam kelainan jiwa, yang tidak puas hanya melakukan penyiksaan terhadap sesamanya, dan menikmatinya, tetapi baru puas kalau peristiwa itu direkamnya. Nanti kalau lagi santai-santai dia akan memutar kembali adegan tersebut sebagai penghiburan baginya, sambil minum kopi, atau minuman keras, dan menghisap cerutu, atau rokok. Itu adalah suatu kenikmatan tersendiri baginya.
Kejadian seperti ini bukan baru pertama kali terjadi, beberapakali kita juga sudah disuguhi berita tentang tayangan adegan penyiksaan yang dilakukan oleh tentara Amerika Serikat dan Inggris terhadap tawanan dan tahanan (perang) di Irak dan Guantanamo. Anehnya, di Indonesia tidak ada satu pun suara yang menyatakan keraguannya dengan logika seperti di atas. Sebaliknya langsung ramai-ramai menyatakan kecamannya.
Reaksi pihak militer Amerika Serikat  dan Inggris adalah segera melakukan penyelidikan serius, dan segera berhasil menemukan para pelakunya, hukuman berat pun langsung dijatuhkan kepada mereka. Dipecat, kemudian diadili!
Tidak ada tudingan, misalnya menyatakan, adegan itu adalah rekayasa oleh kelompok Osama Bin Laden, misalnya. Atau membela diri secara defensif dengan mengatakan tidak mungkin tentara AS/Inggris sebodoh itu merekam adegan penyiksaan tersebut, yang kemudian tersebar itu.
Maka sudah sangat benar, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono segera mengintruksikan semua jajarannya untuk memeriksa kebenaran video rekaman penyiksaan orang-orang Papua itu.
Jika terbukti benar, katanya, TNI menghormati proses hukum yang berlaku untuk menindak para pelaku yang terlibat. Mudah-mudahan perintah ini bukan hanya basa-basi semata, kemudian tidak ada tindak lanjutnya, seperti biasa.
Langkah awalnya adalah bisa meminta kerjasama dan penjelasan dari Asian Human Rights Commission (AHRC) untuk mengungkap kejadian sebenarnya, karena bukankah mereka yang menayangkan video tersebut dengan memberi judulnya: Indonesian Military Ill Threat and Torture Indigenous Papuans itu?
Ini benar-benar jangan dianggap remeh oleh pemerintah. Jangan hanya bisa mencari kambing hitam. Jangan hanya bisa seperti melakukan indoktrinisasi kepada rakyatnya dengan informasi-informasi bikinan bahwa semua itu sebagai bagian dari upaya pihak-pihak asing tertentuyang punya agenda tersembunyi, memecah-belahkan NKRI, merusakcitra Indonesia di dunia internasional, dan sejenisnya, yang ujung-ujungnya hanya menyembunyikan ketidakmampuan atau ketidakseriusan pemerintah untuk melakukan penyilidikan untuk mengungkapkannya.
Karena kalau hal seperti ini terus dibiarkan, maka orang-orang Papua akan semakin membenci Pemerintah Pusat, dan semangat separtisme akan semakin terkumulatif, yang kelak akan menimbulkan persoalan-persolan yang lebih serius lagi.
Cara mengatasi permasalahan orang Papua, termasuk OPM, dengan cara-cara represif tidak akan memecahkan persolan, sebaliknya akan semakin membuatnya ruwet, dan kemungkinan ada alasan campur tangan asing, seperti Amerika Serikat justru dimunculkan.
Adegan dalam tayangan video tersebut adalah bagian dari indikasi cara penanganan masalah Papua dengan cara-cara represif tersebut. Halmana akan semakin membuat orang papua membenci pemerintah RI, dan hasrat untuk memisahkan diri semakin kuat.
Bahwa dugaan apa yang terjadi di video tersebut memang benar-benar terjadi, dilakukan oleh anggota TNI terhadap orang Papua. Bagaimana sakit hatinya orang Papua menyaksikan adegan tersebut.
Kalau pemerintah, khususnya TNI tidak mau terjadi hal-hal yang lebih serius lagi, maka tiada pilihan lain, selian melakukan penyelidikan segera, apabila terbukti pelakunya segera ditangkap, dipecat, dan diadili, dihukum seberat-beratnya. Kalau tidak begitu, bisa dianggap memang begitulah cara TNI menangani tawanan/tahananya. Kejam dan biadab!
READ MORE - Siksaan Biadab terhadap Orang-orang Papua Itu, Bisa Jadi Memang Dilakukan Anggota TNI

Kasus RAWAGEDE terkuak


Gugatan Rawagede dikabulkan pengadilan Den Haag. Pemerintah Belanda harus memberi ganti rugi terhadap sejumlah janda korban pembantaian massal yang dilakukan militer Belanda pada tahun 1947. Demikian diberitakan Radio Nederland.

Kasus ini diajukan oleh keturunan korban pembunuhan massal di Desa Rawagede (sekarang Balongsari,) di Karawang. Tragedi berdarah ini terjadi pada 9 Desember 1947, pada masa perang kemerdekaan Indonesia.
Tentara Belanda yang mencari pejuang kemerdekaan Lukas Kustario memasuki desa Rawagede dan mengeksekusi penduduk laki-laki karena menolak memberi informasi mengenai kapten Kustario mereka membunuh ratusan penduduk lelaki di sana. Tahanan dan orang yang mencoba melarikan diri juga dibunuh.
Ini pertamakalinya para korban perang Belanda-Indonesia pada periode 1945-1949 menuntut pemerintah Belanda atas kejahatan yang dilakukan di Indonesia.
Radio Nederland Wereldomroep menerbitkan seri tulisan mengenai gugatan tersebut. Kali ini rincian data tragedi pembantaiannya.
Menurut Radio Nederland menyatakan, kemenangan gugatan itu dan putusan pengadilan Belanda ini berdampak positif bagi korban aksi militer Belanda lainnya di Indonesia.
KARAWANG
Nama desa Rawagede kini telah berubah menjadi Balongsari. Desa ini terletak di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang. Sekitar lima belas kilometer ke arah Timur Laut dari ibukota kabupaten.
Pada tanggal 9 Desember 1947, komandan batalyon militer Belanda, 3-9 RI, R. Boer, memerintahkan Mayor Alphons J.H. Wijnen untuk melakukan operasi ke desa Rawagede. Batalyon ini mendapat bantuan 70 tenaga militer dari kompi para 1 KNIL, kompi zeni 12 dan satuan kavaleri. Operasi di Rawagede melibatkan 90 orang militer, yang dibagi menjadi tiga kelompok.
VERSI KUKB
Tugas operasi ini adalah menangkap Kapten Lukas Kustario, seorang perwira TNI yang aktif di wilayah tersebut. Ia dicari karena aktif mempengaruhi kepala desa di wilayah tersebut untuk mendukung republik. Kapten Lukas Kustario juga berusaha mempersatukan berbagai laskar perlawanan yang ada, dan dengan demikian memperkuat TNI.
Selain itu, ia juga bertugas mengkordinasikan aksi perlawanan terhadap Belanda. Demikian menurut situs Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) atau Stichting Comité Nederlandse Ereschulden.
Pimpinan operasi pembersihan Mayor Alphons Wijnen mengerahkan pasukan untuk mengepung desa dan memerintahkan semua penduduk untuk berkumpul. Pada penduduk, tentara Belanda menanyakan keberadaan para pejuang republik. Khususnya Kapten Lukas Kustario. Namun, tidak ada penduduk yang mengatakan keberadaan para pejuang.
Mereka yang tidak tahu, tentu tidak bisa menceritakan apa-apa. Dan mereka yang tahu, tidak mau membocorkan informasi.
Selanjutnya semua penduduk laki-laki diperintahkan untuk berdiri berjejer di lapangan. Menurut salah seorang korban selamat, Saih bin Sakam, ia termasuk dari sekitar duapuluh orang penduduk pria yang mendapat perintah untuk berdiri berjejer.
Di antara mereka adalah ayah dan para tetangga Saih bin Sakam. Kemudian mereka “didereded”(bahasa Sunda, artinya diberondong, red.) oleh tentara Belanda. Saih bin Sakam kena tembakan di tangan. Ia menjatuhkan diri dan pura-pura mati. Beberapa lama kemudian, ketika ada kesempatan, ia segera melarikan diri.
VERSI PEMERINTAH BELANDA
Beberapa hari setelah pembantaian terjadi, pihak militer Belanda menerbitkan penjelasan tentang kasus ini. Penjelasan tersebut dimuat oleh harianNieuwsgier yang terbit di Jakarta, pada tanggal 23 Desember 1947. Menurut pihak militer, selama bulan bulan pertama setelah Politionele Actie keadaan di daerah ini cukup tenang.
Namun, perlahan-lahan berbagai Republiekense benden berhasil menyelundup masuk dan mulai mempengaruhi penduduk. Ketika merasa sudah cukup kuat, mereka mulai melancarkan perlawanan terbuka. Misalnya, merusak jembatan, jalan, rel kereta api dan penggilingan padi.
Penduduk yang tidak mendukung kegiatan mereka, akan menghadapi resiko diculik, atau bahkan dibunuh. Untuk itu tersedia beberapa algojo khusus. Di dekat bendungan Balahar, di sungai Citarum, ditemukan 28 mayat tanpa kepala.
Singkat kata, berbagai kejahatan, sabotase dan pengrusakan makin meraja lela. Sehingga, pada pekan ke dua bulan Desember, pihak Belanda mengambil keputusan untuk melakukan tindakan tegas. Dan sejauh itu sudah dapat dipastikan bahwa desa Rawagede merupakan pusat semua kegiatan tersebut.
Pada tanggal 9 Desember pasukan militer Belanda mulai mengepung desa Rawagede. Para “bende” ke luar dari desa tersebut dalam beberapa kelompok, yang terdiri dari sepuluh orang, dan mulai melepaskan tembakan. Pihak militer berhasil menembak mati 150 orang, dan menangkap sembilan orang.
JUMLAH KORBAN
Mengenai jumlah korban tewas, beberapa sumber menyebut angka berbeda. Menurut buku De Excessennota, tentara Belanda mengeksekusi sekitar 20 orang penduduk. Dan jumlah korban tewas selama operasi berlangsung 150 jiwa.
Sementara pada batu peringatan di Taman Makam Pahlawan Sampurnaraga, jumlah korban tewas di Rawagede pada tanggal 9 Desember 1947 tersebut 431 jiwa.
Harm Scholtens, seorang sejarawan Belanda, menemukan angka lain, dari arsip het Hooggerechtshof(Pengadilan Tinggi, red.) di Batavia. Tentara Belanda pada hari itu melakukan eksekusi sebanyak delapan atau sembilan kali. Dengan cara menjejerkan penduduk yang akan dieksekusi. Dan setiap jejeran terdiri dari duabelas orang.
Selanjutnya, di luar desa, mereka masih menembak mati sekitar tujuh atau sepuluh orang penduduk lainnya. Dengan demikian, menurut Harm Scholtens, jumlah korban eksekusi antara 100 hingga 120 jiwa.
Arsip dokumen juga memuat informasi bahwa komandan kompi tentara Belanda tidak lupa menekankan, agar jangan mengeksekusi orang yang tidak bersalah. Menurut dokumen tersebut, semua orang yang dieksekusi berambut panjang dan telapak tangan serta kaki mereka tidak kapalan. Selain itu, mereka membawa surat-surat yang bersangkut-paut dengan Hizboellah atau organisasi semacamnya.
Harian Nieuwsgier terbitan tanggal 16 Desember 1947 mengutip pemberitaan harian Berita Indonesiamengenai operasi pembersihan di Rawagede ini. Menurut Berita Indonesia, selama empat hari pelaksanaan operasi, tentara Belanda telah membunuh 312 orang penduduk, dan melukai sekitar 200 orang lainnya.
Tentang jumlah korban tewas ini, semua sumber tidak dilengkapi dengan daftar nama dan identitas korban.
WAJIB MILITER
Menurut penelitian Harm Scholtens pasukan yang terlibat dalam pembantaian adalah tentara wajib militer. Ini menarik, karena berbeda dengan militer profesional KNIL, tentara wajib militer dikenal bersifat lunak. Sehingga mendapat julukan tentara “soesoe.” Mereka dikenal bersikap ramah terhadap penduduk dan kritis terhadap kebijakan pemerintah dalam masalah proses dekolonisasi.
Saat ini tampaknya semua orang yang terlibat dan mengalami langsung kasus pembantaian tersebut sudah meninggal dunia. Mayor Alphons J.H. Wijnen telah meninggal di Belanda pada tahun 2011. Sementara korban eksekusi yang berhasil menyelamatkan diri, dan sempat berkunjung ke Belanda, Saih bin Sakam, meninggal pada tanggal 8 Mei 2011 lalu.
Sejumlah janda dari para lelaki, yang dieksekusi oleh tentara Belanda di Indonesia — tepat 62 tahun lalu, menuntut Negeri Belanda. Mereka ingin Belanda mengakui bahwa mereka telah memperlakukan warga Rawagede dengan tidak manusiawi. Mereka juga meminta ganti rugi secara finansial. Demikian dinyatakan pengacara mereka Liesbeth Zegveld
READ MORE - Kasus RAWAGEDE terkuak

Tragedi dan Fakta seputar kasus RAWAGEDE

foto belanda menahan pribumi
  Berikut adalah versi lengkap surat sebagaimana dilansir Radio Nederland, Selasa (13/9/2011). 

                           
       Wamel Rawa Gedeh

Namaku tidak bisa aku sebutkan, tapi aku bisa ceritakan kepada Anda apa yang sebenarnya terjadi di desa RAWA GEDEH.

Anda tahu, antara tahun 1945 – 1949, kami mencoba merebut kembali jajahan kami di Asia Tenggara. Untuk itu dari tahun 1945 sampai 1949, sekitar 130.000 tentara Belanda dikirim ke bekas Hindia Belanda, sekarang Indonesia. Di sana terjadi berikut ini:
Di Jawa Barat, timur Batavia, di daerah Krawang,

ada desa Rawa Gedeh. Dari arah Rawa Gedeh tentara Belanda ditembaki. Maka diputuskanlah untuk menghajar desa ini untuk dijadikan pelajaran bagi desa-desa lain.
Saat malam hari Rawa Gedeh dikepung. Mereka yang mencoba meninggalkan desa, dibunuh tanpa bunyi (diserang, ditekan ke dalam air sampai tenggelam; kepala mereka dihantam dengan popor senjata dll)
Jam setengah enam pagi, ketika mulai siang, desa ditembaki dengan mortir. Pria, wanita dan anak-anak yang mau melarikan diri dinyatakan patut dibunuh: semuanya ditembak mati. JUMLAHNYA RATUSAN.
Setelah desa dibakar, tentara Belanda menduduki wilayah itu. Penduduk desa yang tersisa lalu dikumpulkan, jongkok, dengan tangan melipat di belakang leher. Hanya sedikit yang tersisa. Rawa Gedeh telah menerima 'pelajarannya'.

Semua lelaki ditembak mati – kami dinamai 'Angkatan Darat Kerajaan'. Semua perempuan ditembak mati – padahal kami datang dari negara demokratis. Semua anak ditembak mati – padahal kami mengakunya tentara yang kristiani. Pekan adven 1947
Sekarang aku siang malam teringat Rawa Gedeh, dan itu membuat kepalaku sakit dan air mataku terasa membakar mata, terutama kalau aku teringat anak-anak yang tangannya masih terlalu pendek untuk melipat tangan di belakang leher, dan mata mereka terbelalak, ketakutan dan tak faham.
Aku tidak bisa menyebut namaku, karena informasi ini tidak disukai kalangan tertentu.
Tapi mungkin dari Wamel, justru dari Wamel, akan muncul inisiatif. Aku tidak tahu bagaimana



Sebuah surat tanpa nama pengirim tiba di tangan Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) di Belanda. Surat itu bukan disampaikan lewat pos, melainkan diberikan seseorang yang mengaku menerima dari seorang veteran perang. Isinya menunjukkan sebuah guratan penyesalan seorang tentara Belanda yang diduga ikut dalam proses pembunuhan warga Rawagede.  
para korban di makamkan
Seberapa jauh surat ini orisinal, tidak ada yang tahu. Sang penyampai dan sang penulis tetap ingin tidak diketahui. 
Wamel merupakan sebuah desa di Provinsi Gerderland, Belanda timur. Desa ini pada tanggal 20 September 1944 diserbu tentara Jerman. Sebanyak 14 warga sipil tewas dibunuh secara keji oleh tentara Jerman. Sekarang di sana dibangun monumen peringatan. Uniknya, di antara nama-nama yang tercantum pada monumen, terdapat satu nama korban kekejaman perang di Hindia Belanda.

PEMBANTAIAN RAWAGEDE ( sumber : wikipedia )

Pembantaian Rawagede adalah peristiwa pembantaian penduduk Kampung Rawagede (sekarang terletak di Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang), di antara Karawang dan Bekasi, oleh tentara Belanda pada tanggal 9 Desember 1947 sewaktu melancarkan agresi militer pertama. Sejumlah 431 penduduk menjadi korban pembantaian ini.

Ketika tentara Belanda menyerbu Bekasi, ribuan rakyat mengungsi ke arah Karawang. Pertempuran kemudian berkobar di daerah antara Karawang dan Bekasi, mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dari kalangan sipil. Pada tanggal 4 Oktober 1948, tentara Belanda melancarkan pembersihan. Dalam peristiwa ini 35 orang penduduk Rawagede dibunuh tanpa alasan jelas. Peristiwa inilah yang menjadi inspirasi dari sajak terkenal Chairil Anwar berjudul Antara Karawang dan Bekasi.

Pada 14 September 2011, Pengadilan Den Haag menyatakan pemerintah Belanda harus bertanggung jawab dan membayar kompensasi bagi korban dan keluarganya



Jalannya peristiwa

Di Jawa Barat, sebelum Perjanjian Renville ditandatangani, tentara Belanda dari Divisi 1 yang juga dikenal sebagai Divisi 7 Desember melancarkan pembersihan unit pasukan TNI dan laskar-laskar Indonesia yang masih mengadakan perlawanan terhadap Belanda. Pasukan Belanda yang ikut ambil bagian dalam operasi di daerah Karawang adalah Detasemen 3-9 RI, pasukan para (1e para compagnie) dan 12 Genie veld compagnie, yaitu brigade cadangan dari pasukan para dan DST (Depot Speciaale Troepen).

Dalam operasinya di daerah Karawang, tentara Belanda memburu Kapten Lukas Kustario, komandan kompi Siliwangi - kemudian menjadi Komandan Batalyon Tajimalela/Brigade II Divisi Siliwangi - yang berkali-kali berhasil menyerang patroli dan pos-pos militer Belanda. Di wilayah Rawagede juga berkeliaran berbagai laskar, bukan hanya pejuang Indonesia namun juga gerombolan pengacau dan perampok.

Pada 9 Desember 1947, sehari setelah perundingan Renville dimulai, tentara Belanda di bawah pimpinan seorang mayor mengepung Dusun Rawagede dan menggeledah setiap rumah. Namun mereka tidak menemukan sepucuk senjata pun. Mereka kemudian memaksa seluruh penduduk keluar rumah masing-masing dan mengumpulkan di tempat yang lapang. Penduduk laki-laki diperintahkan untuk berdiri berjejer, kemudian mereka ditanya tentang keberadaan para pejuang Republik. Namun tidak satu pun rakyat yang mengatakan tempat persembunyian para pejuang tersebut.

Pemimpin tentara Belanda kemudian memerintahkan untuk menembak mati semua penduduk laki-laki, termasuk para remaja belasan tahun. Beberapa orang berhasil melarikan diri ke hutan, walaupun terluka kena tembakan. Saih, kini berusia 83 tahun menuturkan bahwa dia bersama ayah dan para tetangganya sekitar 20 orang jumlahnya disuruh berdiri berjejer. Ketika tentara Belanda memberondong dengan senapan mesin –istilah penduduk setempat: "didrèdèt"- ayahnya yang berdiri di sampingnya tewas kena tembakan, dia juga jatuh kena tembak di tangan, namun dia pura-pura mati. Ketika ada kesempatan, dia segera melarikan diri. Tanpa ada pengadilan, tuntutan ataupun pembelaan. Seperti di Sulawesi Selatan, tentara Belanda di Rawagede juga melakukan eksekusi di tempat (standrechtelijke excecuties), sebuah tindakan yang jelas merupakan kejahatan perang. Diperkirakan korban pembantaian lebih dari 431 jiwa, karena banyak yang hanyut dibawa sungai yang banjir karena hujan deras.

Hujan yang mengguyur mengakibatkan genangan darah membasahi desa 
tersebut. Yang tersisa hanya wanita dan anak-anak. Keesokan harinya, setelah tentara Belanda meninggalkan desa tersebut, para wanita menguburkan mayat-mayat dengan peralatan seadanya. Seorang ibu menguburkan suami dan dua orang putranya yang berusia 12 dan 15 tahun. Mereka tidak dapat menggali lubang terlalu dalam, hanya sekitar 50 cm saja. Untuk pemakaman secara Islam, yaitu jenazah ditutup dengan potongan kayu, mereka terpaksa menggunakan daun pintu, dan kemudian diurug tanah seadanya, sehingga bau mayat masih tercium selama berhari-hari.

Hari itu tentara Belanda membantai 431 penduduk
READ MORE - Tragedi dan Fakta seputar kasus RAWAGEDE

Rabu, 14 September 2011

Fakta tentang INDONESIA yang terpendam selama ini (part2)

Dokumen Penting CIA yang bocor


Dokumen rahasia CIA tentang penyerbuan ke INDONESIA. Sebuah dokumen berklasifikasi sangat rahasia (TOP SECRET) bocor ke tangan wartawan. Dokumen ini adalah laporan CIA kepada Pentagon yang sebenarnya akan diteruskan ke Gedung Putih.

Menurut dokumen tsb, setelah Irak , Indonesia akan jadi sasaran berikutnya. Tapi intel2 CIA yang lebih dahulu diterjunkan ke Indonesia, menyimpulkan bahwa jika diteruskan maka perang tsb akan menjadi sangat mahal biayanya dan dipastikan AS akan menderita banyak kerugian.



setelah ane translate kurang lebih setengah bulan. Ini dia isi dokumennya :



Kepada Yth.

Kepala Staf Gabungan

Jenderal Richard Myers

Tembusan: Direktur CIA

Rencana penyerangan ke Indonesia sebaiknya dipertimbangkan lagi mengingat mahalnya biaya yang akan timbul dari peperangan tersebut.

Berikut data-datanya:

Begitu memasuki perairan, Armada ketujuh kita akan dihadang pihak Bea Cukai karena membawa masuk senjata api dan peralatan tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti kita harus menyediakan "uang damai". Coba hitung berapa besarnya jika peralatan yang dibawa sedemikian banyak.


Kemudian bila kita mendirikan base camp militer , bisa ditebak di sekitar base camp pasti akan banyak dikelilingi tukang bakso, tukang es kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral celana dalam Rp 10.000 dapat 3. Belum terhitung jika pedagang komedi puter juga ikut mangkal di sekitar base camp.


Kemudian kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang diparkir dekat base camp akan dikenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perparkiran daerah maupun preman-preman sekitar. Jika dua jam pertama dikenakan Rp 10.000 (tarif untuk orang bule), berapa yang harus dibayar oleh pemerintah AS jika kendaraan harus parkir sebulan atau setahun lebih seperti di Irak sekarang ini.


Belum lagi pengusaha parkir swasta yang bisa melobi untuk menaikkan tarif parkir. Lobi itu sangat mulus karena salah satu komisaris di sebuah perusahaan parkir terbesar di Jakarta itu adalah mantan pejabat tinggi.


Belum lagi di sepanjang jalan menuju lokasi base camp kita harus menghadapi para "Pak Ogah" yang berlagak mengatur jalan sambil memungut biaya dari kendaraan yang memutar. Bisa dibayangkan berapa recehan yang harus disiapkan jika harus melakukan operasi tempur menuju pusat-pusat musuh seperti Cilangkap. Dari Tanjung Priok (pelabuhan tempat Kapal induk merapat dan lokasi pasukan mendarat) ke Cilangkap saja ada berapa pertigaan, perempatan dan putaran.


Suatu kerepotan besar jika rombongan pasukan harus berkonvoi. Karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan dihampiri para pengamen, dan anak-anak jalanan. Ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi.


Belum lagi jika di jalan bertemu polisi bokek, udah pasti kena semprit karena konvoi tanpa izin terlebih dahulu. Bayangkan berapa uang damai yang harus dikeluarkan untuk polantas-polantas itu.


Itu baru polantas Pak Myers. Belum petugas DLLAJ. Anda harus melihat sendiri bagaimana mereka beraksi. Kendaraan2 dan tank2 itu kan belum di kir. Itu pertanda buruk. Setiap kali kir, berapa uang yang harus kita keluarkan untuk membayar yang resmi dan tidak resmi. Belum lagi kalau mau menyerbu KODAM di daerah lain. Kita harus melewati jembatan Timbang milik DLLAJ. Siapkan saja uang pelicin yang lebih banyak.


Di base camp militer , tentara AS sudah pasti tidak bisa tidur nyenyak, karena banyak nyamuk akibat sangat tidak higienisnya lingkungan sekitar. Ini bisa dibasmi dengan penyemprotan dari dinas kesehatan. Lagi-lagi harus menyiapkan amplop untuk mereka.


Tentara AS juga enggak bisa jauh2 dari peralatan perangnya, karena disekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempreteli peralatan perang canggih yang kita bawa. Kurang waspada sedikit saja, tank Abrams kebanggaan kita bakal siap dikiloin.


Belum lagi para pencuri kendaraan bermotor yang sudah siap beraksi dengan kunci T-nya bakal merebut jip-jip perang kita yang kalau didempul dan cat ulang bisa dijual ke pasar gelap atau pasar spare part hasil curian ranmor di Cinangka.


Peralatan telekomunikasi kita, yang menjadi alat vital dalam pertempuran, juga harus dijaga ketat, karena bandit kapak merah sudah mengincar peralatan itu.


Di samping itu juga ada aturan wajib lapor kalau bawa tamu jika lebih dari 1 x 24 jam, dan harus izin RT setempat. Belum RW dan kelurahan. Berapa banyak meja yang harus dilalui dengan amplopan.



Membayangkan ini semua, kami mewakili intel CIA di lapangan sepakat untuk meninjau ulang rencana penyerangan ke Indonesia





Thank You for read




admin, area-69-kita.blogspot.com
READ MORE - Fakta tentang INDONESIA yang terpendam selama ini (part2)

Fakta tentang INDONESIA yang terpendam selama ini (part1)

Penerima Kuasa dari Presiden Soekarno, Siap Cairkan Dana di Bank Swiss dan Semua Gudang Milik Negara


Prihatin dengan kondisis bangsa yang terus terpuruk yang mengakibatkan meningkatnya  angka kemiskinan membuat Kakek Zakaria Sukaria Pota Seribu Z Malik siap membuka  harta kekayaan Republik Indonesia yang ada di Bank Swis serta harta karun berupa batangan emas yang ada di semua wilayah Indonesia.
Inilah  obligasi yang telah di  cap garuda menggunakan tinta emas yang nilainya mencapai  trilyunan  rupiah yang siap di cairkan di salah satu Bank Dunia. Obligasi ini tersimpan di dalam  pedang yang panjangnya mencapai  dua meter berbahan emas.

Zakaria Sukaria Pota Seribu Z Malik yang artinya berubah-ubah wajah, bentuk dan rupa ini juga mengaku adalah hak tunggal mendapatkan kuasa dari mantan Presiden Soekarno untuk mencairkan uang yang ada di Bank Swis untuk diberikan kepada negera.
Selain itu Zakaria juga bersedia menunjukkan sejumlah harta karun berupa batangan emas, logam mulia,  senjata yang kesemuanya  peninggalan Jepang siap di buka untuk diberikan kepada Negara.
Kakek yang berusia 126 tahun ini mengaku mempunyai  hubungan darah dengan mantan Presiden Soekarno. Dia berada di Bolaang Mongondow sudah 60 tahun dengan menyamar sebagai petani, pengumpul botol  karung, pencari  rotan di hutan-hutan di Bolaan Mongondow mengganti nama Arudji.
Untuk membuktikan  bahwa   orang istana presiden zaman Soekarno, Kakek ini mempunyai tongkat komando milik Soekarno berbahan emas, baju panglima Soekarno, tusuk konde milik ibu negara Fatmawati, keris, batangan emas, telur.
Kakek ini juga mengaku pernah di teamui oleh mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani  sebelum bertolak ke luar negeri untuk diangkat sebagai pejabat bank dunia.
Menurut Kakek Zakaria, kenapa  baru sekarang di  buka karena nanti pada tahun 2011 ini pihaknya  mendapatkan wahyu untuk membuka semua harta Negara,  karena negara lagi membutuhkan seiringan dengan terpuruknya ekonomi Indonesia.
Menurut orang dekatnya, Edy Pota,mengatakan,”Zakaria Sukaria Pota Seribu Z Malik yang biasa disebut paduka mulia yang artinya berubah wajah, bentuk dan rupah ini adalah   orang yang di buruhnya sudah puluhan tahun yang diyakini mempunyai wasiat dari Soekarno untuk mencairkan uang milik Indonesia di Bank Swiss,” ucapnya.
( masalahnya, KAPAN INDONESIA BISA BEBAS DAN BERSIH DARI KORUPSI ?? )


Ratna Sari Dewi Soekarno ( sumber : wikipedia )

Ratna Sari Dewi Soekarno (lahir dengan nama Naoko Nemoto (根本七保子 Nemoto Naoko?) di Tokyo6 Februari 1940; umur 71 tahun) adalah istri ke-5 Soekarno yang merupakan Presiden Indonesia pertama. Dewi menikah dengan Soekarno pada tahun 1962 ketika berumur 19 tahun dan mempunyai anak yaitu Kartika Sari Dewi Soekarno. Dewi berkenalan dengan Soekarno lewat seorang relasi ketika Bung Karno berada di Hotel Imperial, Tokyo. Menjelang redupnya kekuasaan Soekarno, Dewi meninggalkan Indonesia. Setelah lebih sepuluh tahun bermukim di Paris, sejak 1983 Dewi kembali menetap di Jakarta.

Ratna Sari Dewi Soekarno

Ketika berumur 19 tahun, Dewi Soekarno bertemu dengan Soekarno yang telah berumur 57 tahun sewaktu sedang dalam kunjungan kenegaraan di Jepang. Sebelum menjadi istri Sukarno, ia adalah seorang pelajar dan entertainer. Ada gosip bahwa dirinya telah bekerja sebagai geisha, namun beliau telah berulang kali menyangkal hal ini. Dia mempunyai seorang putri bernama Kartika. [1]
Setelah bercerai dengan Sukarno, Ratna Sari Dewi Soekarno kemudian pindah ke berbagai negara di Eropa termasuk SwissPerancis, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2008 ia menetap di ShibuyaTokyo, Jepang, di mana dia tinggal di sebuah tempat yang luas dengan empat lantai dan penuh kenangan. [2].
Ratna Sari Dewi Soekarno dikenal dengan kepribadiannya yang terus terang. Beliau sering disebut sebagai Dewi Fujin (デヴィ 夫人 Devi Fujin, secara harfiah "Ibu Dewi" atau "Madame Dewi"). Nama lengkapnya adalah Ratna Sari Dewi Soekarno (ラトナ サリ デヴィ スカルノ Ratona Sari Devi Sukaruno), tapi dia lebih sering disebut sebagai "Madame Dewi". Dia membuat penampilan di media massa setelah Januari 2008 kematian suaminya penerus Soeharto, menyalahkan dia untuk melembagakan sebuah rezim represif dan menyerupai Despotisme Kamboja, Pol Pot. [3]
Pada tahun 2008 Ratna Sari Dewi Soekarno menjalankan sendiri bisnis perhiasan dan kosmetik serta aktif dalam penggalangan dana. Terkadang dia tampil di acara TV Jepang dan menjadi juri untuk kontes kecantikan, seperti Miss International 2005 di Tokyo.
Kontroversi

Pada bulan Januari 1992, Dewi menjadi terlibat di dalam banyak perkelahian dipublikasikan di sebuah pesta di AspenColoradoAmerika Serikat dengan sesama tokoh masyarakat internasional dan ahli waris Minnie Osmeña, putri mantan presiden Filipina. Ketegangan sudah ada antara keduanya, dimulai dengan pertukaran di pihak lain beberapa bulan sebelumnya, di mana Dewi terdengar tertawa ketika Osmena menyatakan rencana politiknya, di antaranya adalah keinginan untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden Filipina. Aspen meludah yang konon dilaporkan oleh dipicunya sebuah kiasan yang dibuat oleh Dewi untuk Osmena di masa lalu yang kemudian memuncak dengan Dewi memukul wajah Osmena dengan memakai gelas anggur. Pukulan tersebut meninggalkan luka yang membutuhkan 37 jahitan. [4] Dewi kemudian dipenjara selama 34 hari di Aspen untuk perilaku kacau setelah kejadian.[1]
Pada tahun 1998, ia berpose untuk sebuah buku foto berjudul Madame Syuga yang diterbitkan di negara asalnya, di mana sebagian gambar yang ditampilkan ia pose-pose setengah bugil dan menampakan seperti tato. Bukunya untuk sementara tidak didistribusikan di Indonesia dan segera dilarang karena dengan banyak orang Indonesia merasa tersinggung dengan apa yang dianggap mencemarkan nama baik Sukarno dan warisannya




READ MORE - Fakta tentang INDONESIA yang terpendam selama ini (part1)